Testimoni Bapak Andri

Saya adalah penderita diabetes melitus tipe 2, pertama kali di diagnosa oleh dokter pada pertengahan 2001. Waktu itu berat badan saya turun secara drastis, kadar gula pertama kali diperiksa 350mg/dl. Dokter mengatakan saya harus merubah pola makan saya kalau masih mau berumur panjang. Saya juga mulai mengkonsumsi obat gula secara rutin untuk mengontrol kadar gula darah saya. Makanan berkalori tinggi juga sudah menjadi pantangan bagi saya. Dan tubuh saya juga menjadi lebih rentan terhadap infeksi dan gangguan penyakit internis.

3 tahun berjalan saya di diagnosa mengalami infeksi di paru paru, hal ini dikarenakan diabetes dan waktu itu saya masih menjadi perokok. Pengobatan pun dilakukan, tapi diabetes ini menjadi satu kendala yg memperlama proses penyembuhan saya. Pada tahun 2015, setelah 14 tahun mengonsumsi obat diabetes, saya mendengar dari 1 teman saya bahwa minyak zaitun dapat membantu orang2 yang terkena diabetes melitus tipe 2 (dalam hal ini yang mengalami resistensi insulin). Dari situ saya berusaha mencari di gerai modern store minyak zaitun.

Pertama kali yang saya konsumsi merk yang lumayan terkenal di pasar Indonesia . Pengalaman pertama menggunakan minyak zaitun, saya diinfo untuk menggunakan minyak zaitun sbg campuran utk salad. Dan jgn dipakai untuk memasak, tapi karena saya jarang makan salad maka saya langsung makan saja minyak zaitun tersebut. Rasanya aneh, itu yg pertama saya rasakan.

Tapi lama kelamaan saya mulai terbiasa dengan rasa dari minyak zaitun.Perubahan memang terjadi pada diri saya, mulai dari kadar gula saya yg lebih terkendali dan daya imunitas saya juga membaik. Kadar gula saya mulai stabil pada angka 130 – 150mg/dl.

Konsumsi obat gula saya mulai turunkan dosisnya. Dan saya rutin mengkonsumsi minyak zaitun setiap hari di pagi hari dan malam hari. Di tahun 2016 saya mendapat info tentang satu merk minyak zaitun dari teman saya.

Mereka mengatakan minyak zaitun ini lebih baik dari yg biasa saya konsumsi, dan mereka dimport langsung dari Yunani, yg memang merupakan ladang dari pohon zaitun sendiri. Felea Olive Oil itu merk mereka, saya kemudian cari tahu lebih dalam ttg merk ini. Dan saya memutuskan untuk membeli satu untuk percobaan. Pertama kali yang saya rasa dari minyak zaitun ini adalah rasa nya yang benar beda dengan merk-merk yang sebelumnya saya pernah coba, thickness dari minyak zaitunnya beda,

Felea sangat terasa light hampir seperti air. Kemudian dari aromanya jg berbeda, aroma zaitunnya juga lebih segar. Setelah kurang lebih seminggu mengkonsumsi Felea, saya merasa jauh lebih segar. Kadar gula memang tidak berubah drastis, tapi kesegaran tubuh saya lebih terjaga, biasa saya sering kambuh sinus di pagi hari sekarang sudah jarang.

Sampai saat ini saya masih mengkonsumsi Felea untuk menjaga kadar gula dan kesehatan saya, dan dampaknya memang positif sekali.